Memecahkan Record di
Bulan Ramadhan
![]() |
| sumber: google.com |
Siapakah orang paling dermawan?? Jawabannya adalah Rasulullah.
Jabir bin Abdillah
menceritakan, bahwa Rasulullah tidak pernah berkata “tidak” bila diminta. (HR.
Bukhari)
Anas bin Malik Juga
berkata, bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan
Ibnu Hajar Al Asqalani
mengatakan, bahwa Rasulullah terkumpul pada Beliau dasar-dasar akhlak karimah.
Yaitu, perbuatan baik untuk kerabat dekat, dan untuk orang luar (bukan
kerabat); perbuatan baik yang prakteknya dengan badan dan yang dipraktekkan
dengan harta; perbuatan baik sasarannya membantu orang tidak mampu, dan juga
yang membantu orang yang mampu.
Semua hal tersebut
telah dipraktekkan oleh Rasulullah.
Dalam kedermawanan,
tidak ada seorangpun yang bisa menyaingi Rasulullah. Saking dermawannya, bahkan
kain yang sedang Beliau pakai pun, ketika ada yang memintanya, beliau serahkan.
Akan tetapi,
kedermawanan Beliau tidak berhenti sampai di situ. Belum cukup rasanya bila
hanya berhasil memecahkan record dalam mengalahkan orang lain. Beliau masih
berusaha untuk memecahkan record nya sendiri. Ya, di bulan Ramadhan
ini.
Anas bin Malik
berkata, bahwa sifat kedermawanan Rasulullah di bulan Ramadhan lebih besar
dibandingkan di hari-hari lainnya.
Bahkan kedermawanan
Beliau diibaratkan seperti angin yang berhembus. Maksudnya, ibarat manfaat dari
angin yang tidak ada pengnghalang, setiap sudut dan celah akan dimasukinya.
Siapa saingan kita dalam sedekah??
Terkadang kita ingin menyaingi
jumlah nominal sedekah orang lain. Agar bisa berlomba-lomba dalam menunaikan
sedekah. Akan tetapi, Rasulullah mengajarkan kita bahwa saingan dalam sedekah
sebenarnya bukan orang lain. Saingan kita yang terberat adalah diri kita
sendiri.
Rasulullah bersabda:
“Sedekah satu dirhan bisa mengalahkan sedekah orang lain yang berjumah 100.000
dirham”.
Para sahabat terheran,
lalu bertanya bagaimana bisa satu dirham mengalahkan 100.000 dirham?
Rasulullah
menjelaskan, bahwa orang yang sedekahnya satu dirham itu hanya punya harta
sebanyak 2 dirham. Sedangkan orang yang sedekahnya 100.000 dirham ia punya
harta yang sangat banyak, sehingga 100.000 dirham tidak ada artinya
dibandingkan hartanya yang tersisa. (HR. Nasai)
Dari hadits di atas,
kita dapat menyimpulkan bahwa fadhilah sedekah tidak dinilai dari nominal
harta yang kita keluarkan. Akan tetapi fadhilahnya dilihat dari persenan harta
yang dikeluarkan dibandingkan harta yang masih tersimpan.
Sudah siapkah kita
mengalahkan diri kita sendiri dalam bersedekah?? Menyisakan harta sebanding
dengan harta yang disedekahkan??
Tidak perlu kita
berkecil hati bila nominal sedekah kita jauh lebih kecil nilainya dibandingkan
sedekah orang kaya. Karena, mereka pada hakikatnya bukan saingan kita. Walaupun
menurut nominal kit a kalah, siapa tahu bila dilihat dari persenan kita
termasuk pemenang.
Di bulan Ramadhan ini
adalah kesempatan untuk memecahkan record kita sendiri dalam bidang sedekah.
Saatnya kita tingkatkan jumlah persenan sedekah kita di bulan ini.
Jangan kita anggap
remeh sekecil apapun sedekah yang kita keluarkan. Siapa tahu benda kecil itulah
yang diterimma Allah Ta’ala karena tidak membuat kita riya’; tidak membuat kita
sombong saat mengeluarkannya. Dan benda kecil itulah yang kelak akan menjadi
benteng tubuh kita dari panas api neraka.
Rasulullah bersabda,
“Lindungilah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan bersedekah
separuh kurma” (HR. Bukhari)
Penulis: Ustadz Muhammad Yassir, Lc (Dosen STDI Imam Syafi’i Jember)

