PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG AHMAD FAUZAN FIQRI, S.E.,M.M

Jumat, 18 Maret 2022

JANGAN PIKIR NIKAH = SEKS SEPUASNYA......!!!

 

Oleh:

Ahmad Fauzan Fiqri, S.E., M.M

Saya melihat fenomena yang terjadi dilingkungan saya terhadap teman, sahabat dan kerabat laki-laki yang mana mereka memutuskan untuk menikah diusia yang relative sangat muda. Dari beberapa orang yang setiap kali saya Tanya apa sebenarnya yang mendorong mereka untuk buru-buru menikah, rata-rata mereka menjawab “Supaya gak kebobolan”, sambil senyum-senyum tersipu malu. Tentunya saya hanya bisa geleng-geleng kepala saja setiap kali mendengar pengakuan mereka.

Apa iya sih semua Pria cuma mikirin Hubungan Seks sebebasnya ketika ngomongin pernikahan…??


Saya sangat mengerti, bagi Pria Hubungan Seks itu seringkali jadi BIG DEAL.

Tapi kenyataannya, setelah saya mengalami sendiri, pernikahan itu bukan ALL ABOUT SEX.

Nih saya kasih tau kenyataannya pada semua teman-teman semua.

TIDAK ADA “SEKS SEPUASNYA” KETIKA KITA TELAH MEMASUKI PERNIKAHAN.

Buang pikiran tentang seks sepuasnya jauh-jauh teman-teman ku semua. Karena apa???

Hubungan Seks hanyalah salah satu faktor dari sekian banyak faktor penting dari kelanggengan pernikahan yang akan kita jalani.

Hubungan Seks juga butuh mood yang bagus. Gak akan terjadi hubungan seks kalau hubungannya gak baik. Ada banyak hal yang harus didahulukan sebelum hubungan seks, seperti: finansial, kematangan emosional, dan lain sebagainya. 

Ketika kamu  menikah, kamu udah gak bisa pulang ke rumah orangtua ketika berantem. Kamu juga udah gak bisa seenaknya menghamburkan uang seperti waktu belum menikah dulu. Apalagi kalau kamu sudah punya anak. Semuanya harus dikompromikan..!


Inilah bukti minimnya informasi tentang realita pernikahan di Indonesia. Semua orang meng-glorifikasi pernikahan seakan-akan pernikahan adalah surga untuk semua pasangan. Bagi pria, pernikahan adalah surga seks. Ini sungguh menyesatkan!

Dari fenomena yang saya lihat dilingkungan saya, Kita mayoritas selama ini tidak dipersiapkan untuk menghadapi semua masalah yang sangat mungkin timbul dalam pernikahan. Kita hanya diberikan gambaran enaknya saja.

Padahal, kalau kita tidak dibekali ilmu untuk menangani konflik, bernegosiasi, meredakan emosi dan lain sebagainya, hubungan seks yang 'dibebaskan' akan jadi gak ada artinya

Excitement terhadap hubungan seks akan terus menurun bahkan pecah jadi kepingan kecil begitu kalian menghadapi realita dalam pernikahan.

Sampai di sini, saya rasa kamu sudah lebih bisa memahami dan serius ketika berbicara tentang pernikahan.

Oleh karena itu maka PENTINGNYA MENGOKOHKAN POSITIF BEHAVIORS UNTUK PONDASI HUBUNGAN PERNIKAHAN.